Read more: http://dimash-devil.blogspot.com/2011/04/cara-pasang-auto-read-more-terbaru.html#ixzz2XusSUuDn

Pages

Selasa, 02 Juli 2013

Menciptakan Keamanan Sosial demi Mencapai Visi Negara

STABILITAS masyarakat, jelas merupakan keperluan mutlak. Dengan kondisi seperti itulah kehidupan sosial bisa berjalan secara normal, perekonomian hidup dan produk budaya menjadi lancar. Kita mengingatkan, produk budaya itu janganlah diartikan secara sempit berupa nilai-nilai seni saja. Produk budaya bermacam-macam hasil industri, pembaruan di bidang pertanian, pengajaran sampai dengan munculnya ilmu pengetahuan dan teknologi, adalah peroduk budaya juga. Pendek kata, segala hasil pemikiran manusia yang bersifat positif adalah produk budaya. Sekali lagi, hanya dengan stabilitas sosial yang tinggilah hal-hal seperti itu akan bisa muncul dengan baik. Silakan kita baca-baca sejarah. Manakala stabilitas sosial terganggu, tidak akan mampu sebuah negara atau entotas otu menghasilkan produk budaya bernilai tinggi, dan akhirnya pasti akan menemui kebangkrutan.

Dengan demikian, kestabilan sosial itu bukan merupakan keperluan jangka pendek tetapi jangka panjang dan sifatnya visioner. Mengapa visioner? Dengan kacamata itulah kita mencita-citakan masyarakat idealis jauh di masa depan. Misalnya kita ingin membentuk masyarakat adil dan makmur. Itulah masyarakat visioner Indonesia. Dengan itulah kita melangkah dengan segala cara saat ini untuk mencapai cita-cita. Dalam konteks seperti itu, stabilitas sosial sangat diperlukan. Dengan kondisi seperti itulah kita mampu menanamkan misi kita untuk mencapai masyarakat visioner yang dicita-citakan di masa depan tersebut. Ketika kita melihat negara tetangga semakin mapan dan makmur, tidak lain ini adalah pencapaian visioner mereka yang telah ditanampakan sejak bertahun-tahun jauh sebelumnya. Kita di Indonesia mempunyai pijakan misi untuk mencapai itu, salah satu misalnya dengan Pancasila.

Akan tetapi, kondisi awal untuk mencapai itu adalah stabilitas sosial. Di sinilah penjaga keamanan menempatkan peran penting. Tidak ada negara yang mampu menjadi negaranya agar tetap aman. Karena itulah setiap negara, bagaimana pun kecilnya, mempunyai lembaga kepolisian yang bertanggung jawab atas keamanan negara. Swiss misalnya, negara yang menjadi wilayah buffer (aman) pada masa Perang Dingin, tetap mempunyai kepolisian karena stabilitas masyarakat harus dinomor satukan. Negara ini boleh tidak mempunyai pasukan angkatan perang, tetapi kepolisian tetap merupakan bagian yang penting.

Kita di Indonesia memerlukan petugas keamanan yang benar-benar mampu mengayomi masyarakat. Seperti yang telah diungkapkan, polisi bukan sekadar untuk menjadi keamanan saja, tetapi menjadi elemen utama, sentra dan kuat, untuk pencapaian visi Indonesia di masa depan. Untuk mencapai masyarakat adil makmur itu, benar-benar perlu konsentrasi. Konsetrasi hanya akan bisa dilakukan di saat kondisi yang aman. Itulah dasar dari pencapaian visi kita. Bukan berarti pihak kepolisian tidak mampu berbuat demikian. Akan tetapi, karakter masyarakat kita masih heterogen. Kita masih perlu berjuang untuk menghadapi hal seperti ini. Disparitas (perbedaan) penghasilan, sering menghasilkan kecemburuan sosial. Akibatnya muncul konflik antar desa. Perbedaan budaya sering menimbulkan kesalahpahaman. Bahkan perbedaan agama justru menimbulkan konflik sosial. Kita kecewa dengan keadaan-keadaan seperti ini. Seharusnya negara kita kaya raya dari segala sudut. Tetapi karena ketidakmampuan kita untuk memahami perbedaan itulah yang menimbulkan konflik.

Mudah-mudahan pihak kepolisian Indonesia mampu secara perlahan tapi pasti mewujudkna keamanan sosial yang kita idam-idamkan sehingga dengan demikian pencapaian visi Indonesia di masa depan dapat diwujudkan. Kita akan mampu berkompetisi dengan negara lain.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Total Tayangan Halaman